Udah Lebaran, Liverpool belum Buka juga

Udah Lebaran, Liverpool belum Buka juga

Bicara soal salah satu club bola paling apes 30 tahun terakhir, para pecinta bola akan menyebut pasti club bola yang saya maksud ini ke dalam list kesialan itu.

Ipul ndak buka? Kuat amat puasa gelarnya, puasa di Mars ya? Wkwk..”

Yup, LIVERPOOL. Ibarat sebuah hubungan, Liverpool itu mirip pasangan beda agama: terhalang restu orang tua. Bisa saja sih disatukan tapi ada konsekuensi yang nantinya harus diterima.

Misal nih ya, sudah dapat restu dari FA dan Liverpool sudah menerima gelarnya. Saya yakin nanti pasti ada konsekuensinya. Salah satunya ceng-cengan seperti “nunggu 30 tahun, juaranya dapat give away, cyaaaaaaaa!” Kan sakti, eh sakit

Mungkin fans Liverpool masih bisa menyela dengan menunjukkan fakta “mereka sudah unggul 25 poin dari peringkat kedua, trofi itu pantas diterima.” Terlebih mereka bisa meninggalkan jauh dari rival abadinya The Red Devils Manchester United.

Tapi tetap saja, sebuah penghargaan trofi kejuaraan, apalagi Premier League, yang jadi tolak ukurnya yaa penuntasan semua laga. Begitu baru jantan.

Angin segar sempat muncul memberi harapan pada The Reds, bahwa akan ada kelanjutan Liga Inggris. Isunya mulai bergulir Juni nanti.

Berdasarkan hasil rembuk, panitia 17an eh panitia Liga sepakbola negeri Elisabeth itu akan mengadendakan pertandingan perdana lanjutan pada 12 Juni. Liga Inggris pun tampaknya akan mengikuti kebijakan Bundesliga Jerman yang kembali menggelar pertandingan.

Tetapiiiiii‚Ķ. dilansir dari Evening Standard, mantan dokter Chelsea, Eva Carneiro agaknya kurang setuju perihal rencana kabar kelanjutan Liga Inggris musim ini. Ia menyebut risiko untuk menggelar laga sangat besar.

“Sepak bola sama sekali tidak menghormati dan melindungi tenaga medis. Padahal dampaknya akan sangat besar, bahkan menyangkut urusan nyawa,” kata Eva.

“Saya pikir semua harus mengambil tanggung jawab, klub, manajer, pemain. Mereka semua akan berpikir segalanya akan kembali normal dalam tiga pekan, padahal kenyataannya tidak. Orang-orang di sepak bola bakal melupakan protokol kesehatan dengan sangat cepat. Itu sangat berbahaya,” katanya lagi.
Nah, terus gimana dong.

Nasib Liverpool sama seperti Ajax atau PSG

Nasib The Reds Liverpool di Liga Inggris musim ini bagaikan kebijakan Pemerintah Indonesia sebenarnya, simpang siur kalang kabut. Menarik kita saksikan dan tunggu apalagi yang akan terjadi.

Dalam kasus Liverpool, apakah ia bakal juara macam Paris Saint-Germain, atau apes kayak Ajax Amsterdam?

Seperti diketahui, di Ligue 1 Prancis resmi dihentikan usai pemerintahnya melarang ada aktivitas olahraga hingga September. Dan anyway hasil akhirnya pun ditentukan dan kita semua bisa menebaknya yakni PSG menjadi kampiun liga. PSG sendiri unggul 12 angka dari pesaing peringkat 2 Marseille.

Ini unggulnya 12 poin loh, masak yang sudah unggul 25 poin masih mikir-mikir mau nentuin juaranya siapa? Parah-parah.

Di Belanda lain lagi, Eredivisie dihentikan tanpa ada yang juara. Hal itu cukup menyakitkan bagi Ajax, yang sedianya sedang memimpin klasemen saat liga disetop. Ajax sudah memimpin klasemen dengan unggul selisih gol dari AZ Alkmaar.

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya, beberapa negara lain memutuskan melanjutkan kompetisi. Spanyol, Italia, dan Jerman menjadi negara yang bahkan sudah mulai pertandingan demi menuntaskan hasrat persaingan club-clubnya.

Itu bisa jadi ditambah Inggris. Tapi saya tidak begitu yakin, sebab kritikan dari pemangku sepakbola mereka datang bertubi-tubi.

“Jika orang sungguh serius menomorsatukan masalah kesehatan kita tidak akan membahas kembalinya sepak bola untuk saat ini,” kritik Gary Neville seperti dikutip Antara.

Hal itu memang berdasar. Jika melihat catatan terbaru, sekitar 26.000 orang Inggris telah direnggut nyawanya akibat COVID-19 ini. Negara tersebut berada di posisi kedua penyumbang kematian terbanyak di Eropa.

Terus, bagaimana dengan nasib Liverpool? Akankah momen ikonik legenda Steven Gerrard ‘Duta Kulit Pisang’ akan terulang kembali untuk kesekian kalinya? Seperti saya katakan sebelumnya, patut kita tunggu keputusan hasil akhir FA perihal keberlangsungan Premier League.

Sebarkan di Social Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *