Terima kasih Larry dan Bagaimana Teknik Copy Paste yang Sebenanrya

Terima kasih Larry dan Bagaimana Teknik Copy Paste yang Sebenanrya

Seharusnya hari itu ialah hari berkabung sedunia, terlebih bagi mahasiswa tingkat akhir dan seluruh elemen pelajar muda yang amat mengandalkan buah tangan beliau. Sungguh beliau amat sangat berjasa.

Ialah sang maestro Copy, Paste dan Cut (CPC), Larry Tesler. Senin, 19 Februari 2020 kemarin, Pak Larry berpulang, meninggalkan dunia, meninggalkan kita semua diusianya yang ke-74 tahun. Dengan tulisan ini pula, kami segenap kru redaksi Abstain.id sekaligus mengucapkan rasa terima kasih yang banyak dan mendalam pada Pak Larry, mudah-mudahan sampeyan masuk surga. Ciptaan sampeyan adalah amal jariyah pak.

Sungguh tak akan terhitung pahala yang sudah dan akan mengalir karena inovasimu. Berkat kerja kerasmu, kami sekarang bisa tertawa dan bahagia setelah melewati ujian meja dan rentetan tugas yang sungguh menyita waktu tongkrongan itu

Adik-adik, sodaraku, serta abang-abang seperjuangan, kita tentu tahu jika keberadaan CPC ini tidak ada, dapat dipastikan kita semua akan mengalami tekanan fisik dan batin karena harus mengetik ulang ribuan kata dari berbagai sumber buku.

Tapi berkat inovasi maha agung CPC ini, kita akhirnya dapat dimudahkan, bahkan menciptakan trik dan tips sendiri. Sehingga, hari ini kita kemudian menjadi insan yang berhasil ( lulus kuliah ) dan selalu bisa menyelesaikan tugas maupun kerjaan dengan baik.

Untuk itu adik-adikku, mari berdoa untuk pak Larry terlebih dahulu. Mudah-mudahan rohnya sampai ke tempat yang layak.

Mari menengok beberapa ucapan bela sungkawa serta terima kasih dari mahasiswa atau sekelumit netizen budiman yang menyadari momen ini. Dimulai dengan akun twitter @inyongbae yang bilang:
“Konon jutaan sarjana, magister bahkan doctor lahir dengan cepat berkat penemuannya.”

“Terima kasih atas Jasa jasamu membantu sarjana, master, doktor Indonesia,” jelas @richarsobuftar.

“Kontribusinya dlm dunia komputer memang tidak se-fenomenal Bill Gates atau Steve Jobs, tapi penemuannya menyempurnakan fungsi komputer,” kata @Nick_DAIf

“Akan sangat sulit gelar Sarjana eroleh tanpa penemuanmu,” tulis @RSaludi.

Bagaimana copy paste yang sebenarnya?

Ilustrasi tangan yang sedang melancarkan teknik CTRL + C

Ini adalah sebuah cara atau teori (trik) yang tidak akan kalian dapatkan di Jalan Tikus atau di got. Di bagian ini kalian akan mendapatkan apa yang bisa kalian lakukan dengan mengakali tingkat kemalasan atau mengasah alibi atau apapun energi hitam yang kalian anut untuk mencapai rasa onfire-nya. Dengan kalimat sederhana: bagaimana cara copy paste yang sebenarnya di dalam mengerjakan skripsi atau tugas.

Trik ini sesungguhnya bisa datang dengan sendirinya begitu saja atau otomatis. Sebabnya adalah kita sudah berada, mengalami dan terbiasa dengan aktivitas-aktivitas yang mengarah ke sana. Maksud kami adalah ini semacam keajaiban of kepepet gitu lah, seperti rajin mengumpulkan tugas makalah satu jam sebelum jam batas pengumpulan. Yang begitu-begitu pokoknya.

Jadi semakin kamu terbiasa dengan pola perilaku itu, maka semakin nyaman kamu memakai trik ini.

Oke daripada belama-lama, yuk baca triknya:

Pertama, niat dan tetapkan hati untuk mencari topik skripsimu di gugel. Lalu masuk gugel dan tulis topik penelitianmu. Tunggulah beberapa saat, lalu akan muncul blog-blog. Kedua, tetap tenang. Ketiga, sebelum mengklik salah satu, baca baik-baik judul blognya. Keempat, setelah kalian mengklik dan blognya terbuka, baca dengan seksama dan dalam tempo yang menurut kalian tidak cepat. Jangan buru-buru, santai.

Kelima, arahkan kursor ke kalimat yang menurut kalian tepat untuk menambal bagian teori atau pembahasan, kemudian block, klik kanan, copy. Keenam, buka skripsi, cari bagian kosong, paste.

Sudah selesai? Belum. Poin terkahir yang harus kalian ingat adalah daftar pustaka harus keisi. Ini dia yang akan membedakan kerja kerasmu dengan mahasiswa lulusan terbaik kampus: pinjam buku di perpustakaan kampus, cari buku yang menulis tentang teori tadi. Cocokkan halaman dan tulis di daftar pustaka, jika teori ini diambil dari buku bla-bla-bla.

Nah ini baru selesai. Kira-kira begitulah cara cocokologi mahasiswa gabut berfikir. Tapi buktinya baik-baik aja sih.

Tapi ingat, trik ini harus dilandasi dengan catatan-catatan penting. Yakni, bilamana Anda sudah menyelesaikan trik dan tips di atas, Anda harus pastikan jika Anda sudaj membaca dan mengedit ulang tulisan copy paste yang Anda lakukan tadi.

Apabila tidak dilakukan pembacaan dan pengeditan ulang, maka yang terjadi banyak bermunculan teks-teks absurd yang ada di tulisan Anda. Misal teks yang berwarna birulah, ada garis bawanyalah, bahkan teks judul sama isi beda jenis.

Misal paragraf pertama pakai font Times New Roman, paragraf kedua ujug-ujug pakai Calibri. “Haaaaaa?” Nada suara Coki Pardede. Plis ya, jangan membuat dosen pembimbing (dospem) kalian terkejut, karena hari itu belum tentu hari ulang tahunnya.

Bahkan nih yaa, yang paling sering terjadi ialah ketimpangan ukuran font yang berbeda-beda. Misal judul dan paragraf pertama ukurannya 12, paragraf kedua dan sampai paragraf akhir ukurannya tetap 11.

Nah kalau yang ini, jika ditilik dari sisi positifnya, kemungkinan saat mengerjakannya, terdesak oleh waktu. Karena waktu mengerjakannya tepat pukul jam 12 malam, dan besok jam 8 pagi batas pengumpulan proposal. Padahal aslinya, persiapan mengerjakan bab-bab itu semestinya 3 bulan

Memang luar biasa kita ya. Dan sekali lagi, berkat mendiang Pak Larry lah kita dapat bereksperimen menggunakan teknik-teknik tersebut.

Sebarkan di Social Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *