Percuma Bacotin Pemerintah kalau Kalian Gitu-gitu Aja

Percuma Bacotin Pemerintah kalau Kalian Gitu-gitu Aja

Saat ini kita sedang dihadapkan dengan situasi tak menentu atas pandemi virus Corona ini. Kurang lebih sudah 3 bulan dan pasien yang mulanya hanya 2 orang, kini sudah tembus berkali-kali lipat hingga puluhan ribu.

Himbauan Pembatasakan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan #dirumahaja terus digalakkan secara masif, baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Prediksi-prediksi dari berbagai kalangan pun bermunculan, kapan pandemi ini berakhir.

Semakin ke sini, berbagai teori muncul dari berbagai kalangan. Ada yg berpikir ini semua karena ini, ini semua karena itu. Ini semua karena semua ini. Pokoknya banyaklah. Menurut saya, tidak ada yang salah dari semua itu (‘semua’ maneh). Karena ya memang begitulah hidup berdemokrasi di mana siapapun punya hak untuk berpendapat.

Tapi ujungnya, tentu, semua kembali ke diri kita masing-masing bagaimana kita menerima dan menyaring. Kesadaran diri itu landasan utama.

Intinya, akan habis ataupun tidaknya wabah ini terletak pada diri kita sendiri. Kita mesti tahu apa yang baik untuk kita dan saya tak ingin sok memerintah sebenarnya tapi, ayolah ini mendasar sekali bahwa menjaga kebersihan dan selalu peka pada jarak adalah salah satu yang bisa dilakukan sekarang.

Seandainya kita semua termasuk saya, bisa rutin menerapkan protokol kesehatan itu, tidak menutup kemungkinan kita cepat memutus rantai penularan covid-19 ini. Bahkan, kita tidak hanya bisa terhindar dari covid-19, melainkan juga bisa terhindar dari jenis virus, bakteri, maupun penyakit lainnya.

Artinya jika kita lebih disiplin untuk menerapkan kebiasaan itu lagi, diri kita bisa lebih terjaga, imun dan metabolisme kita jauh lebih bagus, menciptakan kenyamanan dalam diri kita. Jika kita tetap sehat dan bersih maka tidak perlu lagi takut ataupun panik terhadap segala bentuk penyakit ataupun wabah tertentu.

Yuuk, sembari kita menerapkan kebijakan pemerintah untuk PSBB atau dirumahaja, alangkah baiknya kita mulai dengan kebiasaan-kebiasaan sehat tersebut lagi dari sekarang. ‘Lagi’ karena kebiasaan itu sesungguhnya sudah ada sejak jaman koloni.

Budaya cuci tangan, mandi atau ganti pakaian sehabis keluar rumah, makan buah, berjemur dan pakai masker sudah diajarkan dari dulu bahkan sejak kita sejak kecil? Jadi semua yang dianjurkan itu adalah sesuatu yang normal-normal saja yang dari dahulu sudah ada. Tak perlu dikasih embel-embel “new” macam teori-teori ndakik itu.

Sayangnya karena keserakahan dan sifat kepala batu kita, hal-hal itu hilang atau terlupakan. Padahal itu teramat penting ternyata. Ya, memang begitulah, seperti penyesalan, kesadaran selalu datang terlambat. Maka mari kita mulai terapkan semua itu lebih baik lagi ke depannya agar lekas keluar dari situasi wabah yang mulai membosankan ini.

Untuk saat ini, bagi kalian yang masih bisa #dirumahaja lebih baik #dirumahaja, sembari mungkin melakukan kegiatan positif dan produktif . Tapi bagi kalian yang tetap harus keluar untuk bekerja atau ada sesuatu kepentingan, jangan lupa protokol kesehatan dan kebersihan diri dengan baik, dengan disiplin, dan sebisa mungkin sementara menghindari dulu tempat-tempat kerumunan masa.

Yaa, semoga saja virus ini bisa hilang dan tidak sampai membuat kita hidup berdampingan dengannya. Lagipula, apa enaknya berdampingan dengan gerombolan pembunuh? Berdoalah agar ia musnah seperti Firaun.

Sebarkan di Social Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *