Menerka Kriteria Pengganti Risma, Hilmi Bilang harus ada 4 Kriteria

Menerka Kriteria Pengganti Risma, Hilmi Bilang harus ada 4 Kriteria

Menginjak tahun 2020, teka-teki pergantian Wali Kota Surabaya semakin menarik untuk diikuti. Apalagi mengingat ini adalah tahun terakhir dari Tri Rismaharini sebagai walikota Surabaya. Walikota yang telah membawa Surabaya meraih piala Adipura berturut-turut dari 2011 hingga 2017 ini, sudah berada di ujung masa jabatannya.

Karena itu, ada banyak spekulasi serta nama-nama kandidat pemimpin baru mulai mencuat. Di tengah ramainya nyinyiran, poster dan baliho yang memampang wajah baru itu, kami menemui beberapa warga asli Surabaya, yang dalam keyakinan kami, mereka memiliki kredibilitas dalam menetapkan kriteria pemimpin mereka.

Ester, warga asli kenjeran. Ester masih sedikit pesimis mengenai pergantian ini. Ia memandang bahwa sulit untuk menggantikan Risma.

“Sulit buat gantiin bu Risma, karena bu Risma udah the best banget, kalo aku sih semoga pemimpin yang menggantikan bu Risma bisa tegas, berani, dan yang paling penting anti korupsi,” ujar Ester.

Jawaban yang agak serupa disampaikan oleh Setiawan, warga perum UKA.

Setiawan menilai bahwa Surabaya ini bukan hanya sekedar kota tapi juga ada cinta di dalamnya. Setiawan tak memiliki keinginan yang besar, ia bilang pemimpin yang biasa-biasa saja, tapi setidaknya harus lebih kompeten dari Tri Risma.

“Surabaya ini bukan cuma nama kota, tapi ada cinta juga, kalo saya ndak muluk – muluk mas. Pokoknya kalo bisa lebih baik daripada bu Risma dalam menyikapi permasalahan dan warganya, tapi kayaknya susah ya mas, minimal kayak Risma lah pokoknya,” pasrah Setiawan

Wigar Rizqi, mahasiswa Stikom Surabaya berpendapat bahwa pengganti Risma harus memiliki mental yang kuat, karena hampir sulit menyamai prestasi Risma saat ini. Sehingga dibutuhkan mental yang kuat untuk memulai memimpin Surabaya.

“Kalo dari saya, yang penting mentalnya kuat dulu, soalnya prestasi bu Risma ini beban kan untuk kandidat setelahnya. Kalo lebih buruk dari bu Risma bisa dipaido, entek mas,” ujar Wigar.

Hilmi Razhan, warga dukuh kupang. Hilmi berpendapat ada 4 karakter yang harus dimiliki oleh pemimpin sesudah Tri Rismaharini.

“Menurutku ada 4 hal. Pertama intelektual harus bagus, lalu amanah ketika diberi jabatan, lalu bertanggung jawab dengan semua kebijakannya, trus yang terakhir memiliki rasa memiliki kota Surabaya, baik warganya, begitupula tempat-tempatnya,” ujar Hilmi yang juga mahasiswa kedokteran Universitas Wijaya Kusuma tersebut.

Sedikit sekali tambahan juga disampaikan oleh Grace Putri Amalia, perempuan yang tinggal di kecamatan wonokromo. Amalia berharap kedepannya pemimpin yang baru tidak menyusahkan rakyatnya.

“Intinya, jangan nyusahin rakyat Surabaya, dengan semua prestasi bu Risma selama ini yang membantu rakyat Surabaya pasti kita shock lah kalo dapet yang ngrepoti,” ujar wanita yg kerap dipanggil Grace tersebut.

Secara garis besar beban berat memang dimiliki oleh semua calon walikota Surabaya untuk melampaui prestasi Risma sebelumnya.

Tetapi, rasanya juga tak adil jika dikemudian hari ada suatu kegagalan yang tidak bisa diselesaikan lalu kita langsung membandingkannya dengan Tri Rismaharini. Semua orang punya gaya memimpinnya sendiri dan tak bisa disamakan.

Sebarkan di Social Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *