Jojo Lagi ‘Kacrek’

Jojo Lagi ‘Kacrek’

Tim Bulutangkis putra Indonesia kembali mengukir prestasi, kali ini pada perhelatan Kejuaraan Asia Beregu Putra (BATC). Tim putra Indonesia keluar sebagai juara setelah mengalahkan Malaysia dengan skor 3-1. Kemenangan ini adalah yang ketiga kalinya.

Dari komposisi pemain yang diturunkan, di atas kertas, pemain Indonesia memang lebih diunggulkan. Sebut saja pasangan kelas dunia seperti Kevin Sanjaya/Marcus Gideon hingga Anthoni Sinisuka Ginting yang melewati pertandingan dengan mulus.

Namun pertandingan yang dihelat di Rizal Memorial Coliseum, Filipina itu akan menyimpan cerita berbeda bagi Jonathan Cristie. Jojo mengalami kesusahan, bisa dibilang dia tampil buruk pada kejuaran Asia tahun ini.

Dari 4 pertandingan yang ia jalani, Jojo hanya mampu menang sekali saat berhadapan dengan Lanz Ralf Zafra, pebulu tangkis asal Filipina yang berada jauh di bawah peringkatnya, yaitu 512. Sementara pada 3 pertandingan lainnya Jojo gagal menyumbang poin bagi Tim Indonesia.

Padahal Jojo jadi salah satu andalan, karena semua pemain yang dihadapinya di atas kertas jauh di bawahnya. Sebut saja pada partai final melawan Chem June Wei yang dalam rangking dunia berada di posisi 64 sementara Jojo menyandang peringkat ke-7. Tapi justru ia kalah.

Sebenarnya pada partai itu Jojo sudah bisa memenangkan laga ketiga, karena poin sudah menunjukkan 20-17. Tapi entah kenapa Jojo malah membiarkan Chem melaju hingga mengalahkannya.

Setelah pertandingan Jojo memberi komentar mengenai inkonsistensinya. Ia mengakui bahwa ia memang tak percaya diri ketika di lapangan. Ia selalu terbayang-bayang dengan hasil sebelumnya yang buruk.

“Saya kurang percaya diri karena dari kemarin saya nggak bisa main seperti biasa. Keadaan ini jarang terjadi di turnamen biasanya, bola yang kencang, suasananya. Saya mau menyerang tapi jadi buru-buru dan akhirnya mati sendiri. Saya harus lebih berani untuk pakai tempo menyerang,” ujar Jonatan, seperti dikutip PBSI, Senin (17/2/2020).

Sejatinya permasalahan seperti ini sudah harus dikurangi. Mengingat tujuan utama Tim Indonesia pada pertandingan itu adalah memulangkan Piala Thomas yang sudah tak kembali ke Ibu Pertiwi dalam 18 tahun. Memang, Indonesia terakhir menjuarai Thomas Cup pada tahun 2002. Dengan hitung – hitungan waras maka Indonesia akan mengandalkan dua ganda dan satu tunggal untuk bisa mencuri poin.

Evaluasi dan persiapan Tim diharapkan maksimal. Kita semua berharap Jojo bisa kembali konsisten dan pada perhelatan Piala Thomas yang akan diselenggarakan 16 Mei – 24 Mei 2020 di Aarhus, Denmark. Indonesia harus mampu membawa pulang kembali piala Thomas. Semangat mas Jo!

Sebarkan di Social Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *