Apa Kabar Kehidupan Musisi di Era New Normal

Apa Kabar Kehidupan Musisi di Era New Normal

Dunia tak lagi bisa berjalan normal. Itulah kalimat yang tepat menggambarkan kehidupan saat ini. Covid-19 memang menjadi ancaman berat di era 5.0.

Di era dengan segala keterbatasan ini manusia diharuskan untuk selalu survive, adaptif menghadapi segala cobaan dan perubahan pola kehidupan yang kini kita sebut dengan new normal (kata WHO sih).

Semua sektor hampir terpukul rata akibat adanya pandemi. Terlebih para musisi yang selama ini menggantungkan pundi-pundinya lewat geliat penonton yang menyaksikan.

Kali ini Abstain.id berkesempatan untuk bincang virtual, kepada beberapa musisi Indonesia menyikapi new normal dari sudut pandang pegiat musik.

Sansan (Pee Wee Gaskins): New Normal? Kita kan Manusia Sudah Hidup dari Zaman Adam

Sansan Pee Wee Gaskins/ Instagram @limatiga


Abstain : Bagaimana menyikapi New Normal dengan kondisi serba terbatas? Apalagi ketika diterapkan di tempat keramaian seperti konser.

Sansan : menurut gua, apapun yang terjadi nanti, kita kan udah ada dari zaman adam, manusia, yah pasti bisa menyesuaikan diri dan bisa berevolusi, gitu kali yah. Asek!

Abstain : di masa-masa pandemi ini apa kabar kondisi psikis para musisi? Apakah terpuruk atau justru sebaliknya semakin kreatif?

Sansan : semua kembali ke personalnya masing-masing, karena gue dari pertama lahir pun, baru mgerasain kejadian kayak gini, yah sekarang. tergantung aja bagaimana, (musisi) masih mau produktif atau enggak, atau berenti sama sekali.

Cuman kayaknya kalau sebagai musisi, atau sebagai manusia, pasti selalu mencari jalan aja sih, yang bisa dikerjain yah dikerjain, semuanya dikerjain dari rumah, gue kemaren sama anak-anak (PWG) juga masih ngerjain beberapa lagu dari rumah,

Abstain : kapan terakhir kali PWG konser dan apa dampak yang paling dirasakan?

Sansan : Februari kayaknya. Paling kerasa yah kita gak bisa manggung kayak biasanya, gak bisa, yah pokoknya per Maret tuh, every single stage semua cancel, semuanya mundur entah sampek kapan.

Abstain: Gimana kondisi kru PWG sekarang?

Sansan : kalau kru band semuanya yah sama, justru kan dibelakang kami, yang diatas panggung, pasti ada mereka kan, ada kru ada soundman, ada technician, ada banyak sekali lah. Terus kemaren PWG support gerakan peduli kru band indonesia, dan sempet bikin donasi juga.

Abstain: ada gak tawaran manggung virtual?

Sansan: Iya sempet ada. Tapi waktu itu gw sama anak2 emng sepakat untuk stay dirumah. Karena waktu itu tawarannya memang ngeharusin buat keluar ke satu tempat buat kumpul disitu ya.
Karena waktu itu tawarannya memang ngeharusin buat keluar ke satu tempat buat kumpul disitu ya.

Endah (EndahNRhesa): Kangen Bau Keringat Berdesak-desakkan

Foto: Endah Widiastuti (Endah N Rhesa)/ Instagram @rsuryadi95

Abstain:  Bagaimana menyikapi New Normal dengan kondisi serba terbatas?

Endah: menyikapinya tentu saja, harus membiasakan diri yah, karena diterapkan tidak boleh ada konser, manggung, dan kita juga tidak bisa mengadakan pertunjukkan yang berkumpul masal, jadi memang akhirnya harus menyesuaikan ketika harus tampil secara online, misalnya lewat intagram, youtube dan segala macem yang memang tidak ada penonton secara riil atau secara fisik, tapi memang penonton ini masih bisa memberikan apresiasinya secara online, bisa on teks atau emoticon gitu,.

Dan emang rasanya cukup beda, karena memang tidak ada tepuk tangan riuh bau keringet gitu yah, gaada desak-desakkan, gak ada teriakkan-teriakam yang bisa kita denger secara real time. Tapi kalau saya sama Mas Rhesa sih tetep sangat menikmati karena ketika tampil yh yang penting fokus giru main berdua dan sangat menikmati momen main bareng sama Mas Rhesa itu, sebenarnya itu sih,

Cuman tentu saja sangat kangen sekali untuk tampil di panggung yang penuh dengan penonton.

Abstain: apa kabar EndahNRhesa?
Endah: saya terus terang diminggu pertama stay at home itu agak sedih sih, karena kangen banget manggung gitu. Apalagi banyak panggung yang tertunda.

Sebenarnya bukan karena penghasilannya ya, tapi karena kebahagiannya, karena saya dari kecil itu udah manggung dari sebelum SD kali, udah diajak mama nyanyi di depan keluarga, di depan temen-teman kantor bapak guru, terus paduan suara pas SD, SMP ngeband, SMA ngeband, jadi memang kayak panggung itu udah part of my life, sepanjang hidup. Jadi tentu saja merasa samangat kehilangan dan kangen banget. Dan ternyata baru menyadari kebahagiaan salah satunya terbesar adalah di panggung,

Kalau Mas Rhesa sebenarnya dia lebih cukup bisa membiasakan diri dengan kondisi sekarang, karena dia memangnya orang yang sangat nguplek di studio, ngerjain apa-apa itu lebih banyak sendiri, jadi yah dibilang menikmati mungkin yah dinikmatin aja gitu, kalau Mas Rhesa diam, akhirnya bisa jadi banyak hal yang dikerjakan di studio atau di rumah.

Tapi tetep sih, kami yah tetep aja kangen untuk manggung dan segala macem, kondisi psikis akhirnya juga harus didukung dengan, mungkin mendengarkan musik-musik optimis, meditasi, olah raga, pokoknya hal-hal yang sifatnya membangkitkan iptimisme dan positif thinking gitu.

Abstain: terakhir manggung?
Endah: terakhir manggung, 18 Maret saya inget banget di acara Indofest di Jakarta Convention Center (JCC) itu ada festival dan itu seru banget dan gak nyangka itu jadi panggung terakhir sebelum panggung-panggung lainnya tertunda dan menjadi malam yang sangat berkesan banget dan yah itu sih, panggung terakhir 18 Maret.

Abstain: perlu regulasi khusus untuk pusst keramaian?
Endah: regulasi khusus tempat hiburan untuk masa covid-19 ini, tentu saja kayakanya perlu ada yah, dalam artian misalkan bisa diselengggarakn tapi dengan SOP tertentu misalnya tempat disemprot dengan desinfektan, adannya pengukur suhu tubuh, terus kemudian ada juga harus bener-bener ada protokolnya lah misalnya jarak diatur.

Dan juga yah mungkin kalau gitu mungkin bisa lebih ke diskusinya yah ke temen-temen yang sering megang event organizer gitu yah maksutnya sering megang event. Mereka pasri harusnya sangat mengantisipasi hal ini, karena mau bagaimana pun, hinuran atau pertunjukkan kan juga salah satu bentuk yang perlu tetap ada gitu yah, membangun optimisme, hiburan, dan dia juga menggerakkan ekonomi juga.

Mungkin ke depannya akan ada protokol yang cukup spesifik supaya tetep bisa ada panggung di masa new normal ini seperti ini.

Sebarkan di Social Media

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *